InWOCNA

Sejarah InWOCNA

Sejarah adanya enterostomal terapi di Indonesia menjadi hal penting yang perlu diketahui untuk dapat mengetahui perjuangan panjang perawat luka stoma dan kontinensia. Perjuangan dari perawat ET tersebut sampai akhirnya membentuk sebuah organisasi sebagai naungan bersama untuk mempersatukan perawat yang memiliki peminatan yang sama dalam perawatan luka stoma dan kontinensia. Selain itu, berkat dari perjuangan perawat ET dapat membentuk poliklinik dalam institusi pelayanan ataupun klinik dan praktik mandiri yang memiliki kekhususan dalam perawatan luka stoma dan kontinensia. Berikut ini urutan sejarah perkembangan perawat ET, pembentukan organisasi dan praktik perawatan luka, stoma dan kontinensia di Indonesia;

  1. Ibu Sumiatun (RS Dr. Soetomo, Surabaya) menjadi ETN pertama kali di Indonesia pada tahun 1993 lulusan program ETNEP dari Australia
  2. Ibu Dyah Setyorini, SKp, MKep (RSCM Jakarta) mengikuti pendidikan ETNEP pada tahun 1994 di Singapura atas korespondensi Ibu Ucu Juwitasari SKp., MKep pada tahun 1992. Bekerja di ruang bedah RSCM (Saat itu beliau adalah Kepala Ruang Perawatan Bedah IRNA A Lantai 3 Kiri)
  3. In house training pertama di awal tahun 1995 oleh Ibu Dyah Setyorini, SKp, MKep bersama Convatec atas dukungan Prof. Dr. Sjamsuhidayat dan dr. Aryono Pusponegoro mengadakan pelatihan singkat (3 hari) tentang ostomi care yang mengundang wakil organisasi WCET, yaitu Marylin Spencer, CETN (Canada) di RSCM dengan peserta dari Jakarta dan sekitarnya.
  4. Ibu Widasari Sri Gitarja SKp, ETN (RS. Kanker  Dharmais) mendapatkan pendidikan ETNEP pada tahun 1995 di Hongkong atas korespodensi Ibu Dr. Kemala Rita Wahidi SKp., Sp.Kep.Onk ETN., MARS
  5. Ibu Ns. Christina Asmi, S.Kep dan Ibu Ns. Iik Lolita, S.Kep, Sp.KMB., ETN. (RS. Kanker Dharmais) mendapatkan pendidikan ETNEP tahun 1997 di Kuala Lumpur Malaysia
  6. Pendirian poliklinik luka, stoma dan kontinensia pertama di Indonesia adalah di RS. Kanker Dharmais Dharmais pada tahun 1999.
  7. Pada tahun 1999 ini juga mulai dibentuk kelompok peminatan terhadap perawatan luka, stoma dan Kontinen yang pada awalnya diinisiate oleh RS Kanker Dharmais karena pada tahun 1999 RS Kanker Dharmais sudah mempunyai 3 orang perawat ET.
  8. Pada tahun 2000 Ibu Ns Widasari Sri Gitarja SKp dari RS Kanker Dharmais menghadiri  kongres tahun WCET di Singapura sebagai delegasi Indonesia. Ini adalah pertama kalinya indonesia menghadiri kongres WCET
  9. Menghadiri kongres APETNA awal tahun 2001 di Penang, Malaysia

Perawat yang hadir yaitu Ibu Nunung SKp dari RS Hasan Sadikin Bandung , Ibu Widasari SKp, ETN dan Ibu Christina Asmi SKp, ETN dari RS Kanker Dharmais. Pada saat kongres diberikan beasiswa pada 2 orang anggota ASEAN untuk mengikuti program ETNEP

  1. Pada tahun 2001 RS. Kanker Dharmais Kembali mengirimkan perawat, Bapak Hardian SKep.,Ns, ETN dan Ibu Nunung Nurhayati SKp,ETN dari RS Hasan Sadikin Bandung mengikuti pendidikan ETN di Kuala Lumpur.
  2. Ibu Ani Maryani SKp., Sp.KMB., ETN (dari RS. Hasan Sadikin) pada tahun 2003 mengikuti pendidikan ETNEP di Kuala Lumpur
  3. Pada tahun 2004, Suriadi Lulusan pendidikan spesialis perawatan luka , stoma dan kontinensia dari Kanazawa University Jepang

Beliau mendirikan Klinik Kitamura pada tahun 2005, sebagai klinik perawatan luka, stoma dan kontinensia di Pontianak, Kalimantan Barat dengan SIPP an Dr Suriadi No. 503.446/775/yankes (1 April 2005 sd 16 Februari 2010). Klinik ini merupakan klinik perawatan luka pertama di Indonesia yang berada di luar rumah sakit dan merupakan praktek mandiri perawat.

  1. Pada tahun 2005 terbentuk poliklinik perawatan luka di RS.Siloam Surabaya, yang di inisiate oleh Ns Arum Pratiwi ETN,
  2. Merumuskan pembentukan awal InETNA di Cisarua, Bogor pada tahun 2005 oleh Ibu Sumiatun,SKp, ETN , Ibu Widasari Sri Gitarja SKp, ETN,  Ibu Dyah Setyorini, SKp, MKep Ibu Christina Asmi,SKp, ETN.,  Bapak Hardian ,Ns, ETN , Ibu Nunung Nurhayati SKp,ETN,  Ibu Ani Maryani SKp., Sp.KMB., ETN, dan Ibu Ns. Iik Lolita, S.Kep, Sp.KMB., ETN
  3. Pada tahun 2008, berdiri Poliklinik Perawatan Luka dan Stoma di RSUD dr Soedarso (Pontianak)

Pada tanggal 8 Maret 2008 sesuai SK Gubernur  atas gagasan dan sebagai penanggung jawab yaitu Dr Suriadi, Phd., AWCS terbentuk poliklinik luka dan stoma dengan tim perawatan (Alam Mastar Harahap, Ichsan Budiarto, Nurmila Sari, Teresia Legina dan Tarimin

  1. Pelaksanaan pelatihan ETNEP pertama kali pada tahun 2007

InETNA mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan ETNEP pertama kali di Indonesia bekerjasama dengan FIK Universitas Indonesia. Program ETNEP pertama ini adalah twining program dengan Australia (ASTN) yang dibimbing Carmen George dan kawan-kawan.  Peserta dari RS Kanker Dharmais (Helen, Ria A, Betty Eka S dan Sarah T), RSUP Fatmawati (Neneng S dan Sariaman), RS Haji Jakarta (Listi dan Dedi), RS dr. Soetomo Surabaya (Erfandi), RS Sardjito Yogyakarta (Lucia Ani, Rahayu W, Ryantinah), RS Siloam Surabaya (Arum) dan Karawaci (ME Saptarini), RSPAD Gatot Subroto (Siti Anisah), FIK UI (Deby Dahlia), RSAB Harapan Kita Jakarta (Anik Maryunani), Poltekkes Malang (Wajan Juni), RS MH Thamrin Jakarta  (Irma), RSUP M Husain Palembang (Indah Nurmala Dewi) dan RS Carolus (Endang). Prakteknya di RSCM, Dharmais, RSHS Bandung, YKI Jakarta dan RSUP Fatmawati.

  1. Kongres I InETNA dan kelulusan pendidikan ETNEP I di Indonesia

Pada saat kongres dilantik pengurus InETNA oleh PPNI di Sari Pan Pasifik Hotel, Jakarta tahun 2007 bersamaan kelulusan ETNEP I. Ketua pada saat itu Christina Asmi periode tahun 2007-2009

  1. Pembentukan balai asuhan keperawatan luka di Bogor tahun 2008

Balai asuhan keperawatan Wocare didirikan oleh Widasari, Irma P Arisanty, Christina Asmi di Bogor

  1. Sebelum kongres InETNA II Cristina Asmi mengundurkan diri sebagai ketua dan digantikan oleh Dyah Setyorini tahun 2008
  2. Kongres InETNA II tahun 2009

Kongres pada tanggal 7-8 Agustus 2009 di Grand Sahid Hotel Jakarta. Pemilihan Ani Maryani sebagai ketua InETNA periode 2009-2012.

20.Pendidikan ETNEP ke 2 di Indonesia dilaksanakan di RS Kanker Dharmais, kerjasama antara In-Etna dengan RS Kanker Dharmais , dengan jumlah peserta sebanyak 11 orang. Etnep ke 2 ini direcocnise oleh WCET dan divisitasi oleh Carmen George dari Australia. Lulusan ETNEP 2 antara lain ( Dr. Kemala Rita W, SKp., ETN., MARS, (RSKD), Yulia SKep., MKep, ETN  dan Iis SKep, Ns ETN (RS Hasan Sadikin), Hadi SKep, Ns ETN (RS Kariadi Semarang,) Henny, SKep Ns, ETN (RS. A. Wahab Syahrani Samarinda) , Sofie SKep, Ns ETN., (RS Awalbross Batam), Tri Pranawaningsih SKep Ns, ETN (RS. Syaiful Anwar Malang), Euis SKep, Ns ETN (RS. Fatmawati Jakarta). Ns. Tika SKep, NS ETN (RS Premier Bintaro),

  1. Kongres InETNA III tahun 2012

Kongres diadakan bulan 9-10 Juni 2012 di Hotel Charkadin Bandung dan dipilih ketua Hardian periode 2012-2016

  1. DPP PPNI memfasilitasi pertemuan yang membahas keragaman lulusan perawat luka

Pada tahun 2011- 2012 mulai berkembang berbagai macam pelatihan perawatan luka yang menggunakan berbagai macam sebutan seperti CWCS di pontianak , CWCC-CWCCA di Bogor,  dan CBWT-CWT di Jakarta. Hal ini menjadi perhatian PPNI sehingga PPNI memfasilitasi provider pelatihan tersebut untuk menyamakan persepsi bersama InETNA pada tanggal 5 Februari 2016 di kantor DPP PPNI, yang dihadiri oleh ketua InETNA 2012-2016 (Hardian), bendahara PPNI (Afri Sunardi), Bidang Organisasi PPNI (M. Ilyas, Maryanto dan Arthur), PLC (Irma dan Ely) dan Wocare (Wida, Syaiful, Hendra, Sifing, Lelik, Edy). Hasil kesepakatan mengesahkan naskah akademik untuk pembentukan Himpunan Perawat Luka Ostomi dan Kontinen Indonesia yang disebut HIPLOKIN. Pembentukan tersebut direkomendasikan melalui kongres nasional pertama pembentukan HIPLOKIN.

Berita acara naskah akademi ini ditolak oleh Ketua DPP PPNI karena tidak sesuai dengan AD ART Organisasi Profesi dan pada saat itu InETNA menjadi salah satu seminat yang sudah terbentuk dan diakui PPNI. Sehingga PPNI membuat surat ke InETNA untuk segera melaksanakan kongres InETNA dengan melibatkan semua lulusan pelatihan perawatan luka, stoma dan kotinensia baik di dalam maupun luar negeri.

  1. Kongres InETNA IV tahun 2016

Kongres InETNA ke IV dilaksanakan dengan mengundang seluruh peserta sesuai arahan DPP PPNI tanggal 23-24 April 2016 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. Pada saat kongres disepakati adanya perubahan nama  dari InETNA menjadi InWOCNA dengan nomenklatur bahasa indonesia HIPLOKIN (Himpunan Perawat Luka Ostomi dan Kontinen Indonesia) dan terpilih Dr. Suriadi sebagai ketua InWOCNA periode 2016-2021

  1. Pembentukan DPW di berbagai wilayah Indonesia tahun 2017
  1. DPW InWOCNA Provinsi Kalimantan Barat

Nomor SK     :  SK No. 07/DPP.InWOCNA/SK/K.S/II/2017

Tanggal        :  2 Februari 2017

Ketua            :  Alam Mastar Harahap

  1. DPW InWOCNA Provinsi Sulawesi Selatan

Nomor SK     :  023/DPP.InWOCNA/SK/K.S/IV/2017

Tanggal        : 10 April 2017

Ketua            : Alimuddin

  1. DPW InWOCNA Provinsi Bali

Nomor SK     :  022/DPP.InWOCNA/SK/K.S/IV/2017

Tanggal        : 5 April 2017

Ketua            : I Made Sukma Wijaya

  1. DPW InWOCNA Provinsi Jawa Timur

Nomor SK     :  028/DPP.InWOCNA/SK/K.S/VI/2017

Tanggal        :  7 Juni 2017

Ketua            :  Arie Kussetyono Utomo

  1. DPW InWOCNA Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah

Nomor SK     :  033/DPP.InWOCNA/SK/K.S/VII/2017

Tanggal        :  18 juli 2017

Ketua            : Lucia Anik

  1. DPW InWOCNA Provinsi Gorontalo

Nomor SK     :  008/DPP.InWOCNA/SK/K.S/II/2019

Tanggal        : 23 Februari 2019

Ketua            :  Ari Yudistira Perdana Tangahu

  1. DPW InWOCNA Provinsi Papua

Nomor SK     : 55/DPP.InWOCNA/SK/K.S/XII/2017

Tanggal        :  9 Desember 2019

Ketua            :  Martha E. Kaisiri

  1. DPW InWOCNA Provinsi Nusa Tenggara Barat

Nomor SK     :  059/DPP.InWOCNA/SK/K.S/I/2018

Tanggal        : 5 januari 2018

Ketua            : Ni KetutMetri

  1. DPW InWOCNA Provinsi Kalimantan Utara

Nomor SK     :  027/DPP.InWOCNA/SK/K.S/IX/2018

Tanggal        : 27 September 2018

Ketua            :  Srillus

  1. DPW InWOCNA Provinsi Kepulauan Riau

Nomor SK     :  015/DPP.InWOCNA/SK/K.S/VI/2018

Tanggal        : 27 Juni 2018

Ketua            :  Kiki Rizki Dasaryandi

  1. DPW InWOCNA Provinsi Jawa Barat

Nomor SK     :  047/DPP.InWOCNA/SK/K.S/XI/2018

Tanggal        : 13 November 2018

Ketua            :  Ani Maryani

  1. DPW InWOCNA Provinsi Kalimantan Timur

Nomor SK     :  014/DPP.InWOCNA/SK/K.S/IV/ 2019

Tanggal        :  11 April 2019

Ketua            :  Henny Sri Purwanti

  1. DPW InWOCNA Provinsi Sulawesi Utara

Nomor SK     :  015/DPP.InWOCNA/SK/K.S/IV/ 2019

Tanggal        :  11 April 2019

Ketua            :  Faris

  1. DPW InWOCNA Provinsi Sulawesi Tenggara

Nomor SK     :  023/DPP.InWOCNA/SK/K.S/IV/ 2019

Tanggal        :  06 April 2019

Ketua            :  Sukurni

  1. DPW InWOCNA Provinsi Kalimantan Selatan

Nomor SK     :  045/DPP.InWOCNA/SK/K.S/VII/ 2019

Tanggal        : 25 juli 2019

Ketua            :  Hj. Endang Sri P.

  1. DPW InWOCNA Provinsi DKI Jakarta

Nomor SK     :  038/DPP.InWOCNA/SK/K.S/VI/ 2019

Tanggal        : 29 Juni 2019

Ketua            :  EkaWidiati

  1. DPW InWOCNA Provinsi Banten

Nomor SK     :  060/DPP.InWOCNA/SK/K.S/X/ 2019

Tanggal        : 04 Oktober2019

Ketua            :  Endang Saptorini

  1. DPW InWOCNA Provinsi Sumatera Selatan

Nomor SK     :  063/DPP.InWOCNA/SK/K.S/X/ 2019

Tanggal        :  28 Oktober2019

Ketua            :  Asani

  1. DPW InWOCNA Provinsi Sulawesi Barat

Nomor SK     : Sudah rapat kerja dan terpilih ketua namun SK dalam proses

Tanggal        :  26 Oktober 2019

Ketua            :  Awaludin

Sejarah ini disusun dan dibahas bersama pada tanggal 7 November 2019 saat rakernas InWOCNA ke -3 di Hotel 88 Embong Malang, Surabaya.

Penyusun:

Suriadi, Ph.D., AWCS

Hj. Dyah Setyorini, S.Kp., ETN., M.H

Nunung Nurhayati, S.Kp., ETN

Ani Maryani, S.Kp.,M.Kep., Sp.KMB., ONK 

Hardian, S.Kp., ETN

Irma Puspita Arisanty, S.Kp., WOC(ET)N

Ners I Made Sukma Wijaya, M.Kep

RAKERNAS INWOCNA KE-3